
Kala aku berdiri
enggan menjumpai manusia yang aku kagumi
gerimis hujan pun menemaniku disore itu
gerbang biru yang menjadi saksi kegelisahanku
Badan yang berkeringat
tangan yang bergetar
mulut yang berbaku
tak disangka, manusia itu pun datang dengan
sapaan senyuman yang candu
perbincangan kecil yang menghangatkan suasana dihari itu
namun sayangnya, dia harus segera pulang
karena waktu yang sudah larut.
ku simpan kagumku dengan baik
sampai ada ruang tamu dan bercerita kembali
tentang bagaimana lelahnya mengagumi manusia sepertimu
mungki mustahil untuk bersama
tapi tak apa, semoga semesta berbaik hati untuk menerima.
by: Ai Dian MA AL-SHAHHIBIYYAH


