Dekapmu turut reda di saat aku ingin bercerita sama halnya dengan senja yang datang membawa ke indahan
Kala aku berdiri enggan menjumpai manusia yang aku kagumi gerimis hujan pun menemaniku disore itu gerbang biru
Diantara sekian luasnya bumi ini tuhan menjatuhkan rasaku pada rapatnya pintu hatimu ketahuilah kita bagitu sempurna dalam
Aku tidak pandai berbicara ku hanya bisa merangkai kata disana ku menaruh semua rasaku rasa cintaku kepadamu
TUAN DAN PUAN Teruntuk tuan dan puan yang berada dipersinggahan. Belum cukupkah kalian melihat orang yang kelaparan,
#1 Ketika rasa tak tahu lagi tentang dosa Mata bagaikan tombak yang menghujam setiap tubuh yang ada
Setiap perjalan, langkah yang ku tuju. Semua begitu berarti untukku. Setiap rasa yang melekat dalam tubuhku. Akan
Memburu malam di Sidareja Mega merah menjelma, pertanda malam akan tiba Angin berhembus kencang, Menerpa kulit terasa
Ketika tak ada lagi kata yang terucap dalam rongga Terdengar sahut-menyahut kata yang tak asing oleh indra
Diam yang berkata Sudah lama ku kenal namun tetap saja kau sama, Tak ada kata tapi hanya